Jadi Konselor? Kuasai 6 Skill Komunikasi Konselor Ini! – Menjadi seorang konselor membutuhkan kapasitas profesi yang memadai. Profesionalitas dalam pekerjaan ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan intelektualitas serta skills komunikasi. Sebab Anda akan berhadapan dengan orang lain yang membutuhkan pelayanan konseling kepada Anda. Salah satu kriteria skill yang dimaksud adalah keterampilan verbal.

Jadi Konselor? Kuasai 6 Skill Komunikasi Konselor Ini!

Walaupun harus disadar bahwa kompetensi yang dibutuhkan dalam naungan profesi ini sangat komprehensif dengan berbagai pendekatan. Akan tetapi, terdapat keterampilan dasar yang selayaknya dapat dikuasai oleh konselor secara umum. Skill komunikasi yang baik akan membantu seorang konselor dalam menjalin percakapan yang interaktif dengan kliennya. Langsung saja, simak 6 Skill Menjadi Konselor berikut ini,

1. Interpretation

Kebutuhan untuk bisa menginterpretasikan sebuah realitas ke dalam sudut pandang baru adalah salah satu skills yang harus dimiliki dengan baik oleh seorang konselor. Dengan keterampilan penafsiran yang baik, ia akan mudah memberikan sudut pandang baru serta solusi kepada kliennya untuk bisa memahami sekaligus mencerna problem yang dialami dengan lebih mudah.

2. Paraphrase

Parafrase, merupakan kemampuan yang sebaiknya juga dimiliki oleh seorang konselor. Mengapa demikian? Menurut Mappiare (1988), skills  ini akan memudahkan pada pemahaman terhadap main thought dari seorang klien. Goals keterampilan ini adalah mampu untuk memparafrasakan sebuah penyampaian klien dengan murni tanpa mengubah makna yang disampaikan oleh klien.

3. Clarification

Skills klarifikasi berguna untuk memberikan sebuah penajaman atas gagasan dan perumusan inti-inti kalimat. Keterampilan dalam menajamkan sebuah komunikasi dengan klien dapat berguna untuk membuka jendela pendalaman yang lebih inklusif dengan klien.

4. Reflecting of Feelings

Kemampuan ini selayaknya bisa diasah dengan rasa afeksi tinggi. Dalam artian, goals keterampilan ini mengarahkan pada refleksi atas sikap yang akan ditampilkan kepada klien. Bagaimana cara merespons pernyataan klien akan sangat dipengaruhi oleh reflecting of feeling skills  ini.

5. Summarization

Peringkasan merupakan sebuah metode dengan maksud untuk meninjau ulang sebuah konten wawancara. Tak hanya itu, peringkasan juga berfungsi untuk mengumpulkan kembali unsur-unsur umum dan rincian-rinciannya.

Dibutuhkan sebuah kemampuan untuk memahami secara komplit dengan kemauan untuk mendengarkan klien. Kemudian merangkainya dalam premis dan rumusan yang sistematis.

6. Open & Closed Question

Sebagai konselor juga tak hanya bertindak secara satu arah, yang mana Anda hanya mendengarkan klien. Akan tetapi, Anda juga berhak untuk membuka sebuah pertanyaan untuk memperjelas sebuah problem. Anda harus mampu membaca ritme jalannya komunikasi agar pertanyaan juga bisa menjawab kebutuhan informasi yang ingin diperoleh.

Nah! Itulah 6 Skill Menjadi Konselor yang membutuhkan kapasitas communication & public speaking skills secara profesional. Anda bisa meningkatkan kualitas communication skills dengan mengikuti Kursus Public Speaking Online.

Didampingi langsung oleh Motivator Indonesia, Anda akan diajarkan bagaimana berbicara secara confidence, sistematis, powerful  serta berdampak. Segera hubungi melalui kontak di bawah ini, Salam Confidence!