4 Kegagalan Perusahaan Besar, Jadikan Pelajaran! – Dalam menjalankan sebuah usaha, kita akan mengalami pelbagai momen yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Misalnya dengan situasi COVID-19, yang menuntut para businessman untuk memutar otak agar bisnisnya tetap berjalan. Hal ini menunjukkan akan ada sisi yang sulit dari bisnis yang kita jalani masing-masing.
Namun dari banyaknya jurang kegagalan, kita harus selalu mengambil hikmah dan pelajaran untuk mengevaluasi pada tahap selanjutnya. Banyak orang membuktikan bahwa kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Untuk itu, tetap gigih untuk mewujudkan visi Anda secara progresif.
4 Kegagalan Perusahaan Besar
“Kegagalan merupakan awal dari kesuksesan “, merupakan statement yang tepat untuk merepresentasikan beberapa kisah kegagalan yang pernah dialami 4 perusahaan besar dunia ini. Simak 4 Kegagalan Perusahaan Besar berikut ini,
1. Levi’s
Levi’s pernah mengalami masa sulit pada tahun 2001, yang mana harus menghadapi merosotnya penjualan mereka. Setelah ditelisik, penyebab merosotnya penjualan mereka adalah terlalu sering memunculkan produk baru, yang mana tidak merepresentasikan classic brand yang dimiliki Levi’s secara original. Ditambah juga dengan kompetitor yang meninggi saat itu, seperti Diesel, CK hingga Tommy Hilfiger.
2. Disneyland
Tempatnya hiburan dan permainan, mungkin kita akan mengarahkan pikiran pada Disneyland. Brand yang digagas oleh Walt Disney ini pernah mengalami kebangkrutan saat ingin meluaskan pasar di Eropa.
Sebenarnya, gagasan ini sangat brilian, namun eksekusi momentumnya saja yang kurang tepat, sehingga menyebabkan mereka harus menelan kerugian hingga 1M setiap harinya untuk memenuhi biaya operasional. Penyebabnya adalah ketika Eropa mengalami resesi yang berakibat pada devauasi mata uang, orang-orang saat itu pun mengurangi pengeluaran uangnya masing-masing.
3. Ovaltine
Ovaltine merupakan brand minuman berenergi yang banyak digemari pada masanya. Ovaltine mampu masuk sebagai sponsor resmi pada Olimpiade 1948, hingga pernah dibawa oleh Edmund Hillary dalam penaklukannya ke gunung Everest.
Akan tetapi, saat Ovaltine merasakan hari ulang tahunnya di tahun 2002, mereka menyatakan bahwa akan menutup pabrik di Inggris karena sudah kehilangan pasar utamanya. Mengapa demikian?
Ovaltine tidak mampu untuk memahami budaya yang baru yang berakibat pada konsumsi produk minuman berenergi milik mereka. Seperti jam kerja yang lebih panjang, pola hidup orang tua dan anak yang sudah berubah, hingga kultur baru anak muda Inggris yang minum wine di banding susu sebelum tidur.
4. Pepsi
Pepsi merupakan perusahaan minuman berkarbonasi terkenal, sekaligus kompetitor dari brand ternama Coca Cola. Pepsi pernah mengalami kegagalan pada tahun 1992 yang berawal dari dikeluarkannya produk “Crystal Pepsi” yang tidak laku di pasaran.
Momen ini menjadi titik balik Pepsi untuk mengevaluasi, dan ternyata kemasan adalah key factor yang menentukan. Mereka memutuskan untuk mengubah warna brand menjadi merah biru seperti sekarang ini.
Nah, itulah kisah kegagalan di beberapa perusahaan ternama dunia, namun mereka mampu bangkit. Jika mereka bisa, mengapa Anda tidak?
Perkuat skill dan kembangkan SDM dalam diri Anda, KelasBicara.com by TDX bisa memfasilitasi Anda untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang communication skills. Anda bisa join Pelatihan Komunikasi bersama master coach berpengalaman di bidangnya. Ingin konsultasi seputar training & coaching bersama KelasBicara.com? Segera hubungi admin di bawah ini, Salam Confidence!