Tanamkan ! Etika Komunikasi Dalam Ber-Media Sosial – Media sosial merupakan wujud produk dari salah satu kemajuan teknologi komunikasi saat ini. Media sosial mampu memberikan kemudahan, keluasan serta kebebasan dalam hal komunikasi massa, tanpa adanya batas geografis dan waktu.
Mengutip warta dari website resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, kominfo.go.id, jumlah pengguna internet nasional telah mencapai 63 juta orang. Dari angka fantastis tersebut, 95 persen menggunakan internet sebagai akses dalam mengoperasikan media sosial.
Tanamkan ! Etika Komunikasi Dalam Ber-Media Sosial
Kini, banyak sekali ditemui berbagai ketimpangan saat ber media sosial. Kemudahan dan kebebasan yang ditawarkan oleh media sosial, terkadang tidak diindahkan oleh para penggunanya. Dalam realitasnya, dampak negatif dalam kontestasi ber media sosial secara negatif pun marak ditemukan. Sebut saja penipuan, pencemaran nama baik dal lain sebagainya. Berikut adalah 4 etika mendasar yang harus kamu aktualisasikan setiap hari dalam ber-media sosial, ya ! Jelasnya ada di bawah ini,
1. Menjaga Privasi
Media sosial menawarkan sebuah kebebasan bagi penggunanya untuk mengakses apapun, termasuk data personal seseorang. Untuk itu, demi keamanan privasi, Anda bisa menjaga privasi pribadi sehingga bisa terhindarkan dari segala bentuk penjajahan data personal.
Ikhtiar ini akan sangat berguna juga kepada orang lain, jagalah privasi orang lain dengan safety, tanpa perlu menyebarluaskan apa yang tidak seharusnya di-publish kepada umum.
2. Tidak Menyebarkan Hoax !
Hoax ! Merupakan musuh utama netizen akhir-akhir ini. Masifnya hoax di media sosial juga sudah memasuki momentum tragis. Artinya, banyak sekali kabar bohong yang mengudara dalam komunikasi digital kita, utamanya melalui jejaring media sosial. Sebut saja seperti informasi-informasi bodong via website, media sosial (Instagram, WhatsApp, Twitter, dsb.)
Anda perlu untuk memeriksa keabsahan suatu warta dengan melakukan cross check ulang melalui referensi berita lainnya yang lebih benar. Kini juga banyak lembaga maupun aplikasi yang menyediakan pelaporan hoax, sehingga Anda bisa mengadukan warta hoax yang beterbangan untuk dimusnahkan.
3. Mengapresiasi Karya Orang Lain
Media sosial kini juga bisa dimanfaatkan sebagai platform publikasi sebuah karya. Banyak seniman maupun penulis yang menuangkan aspirasi dan coretan karyanya melalui media sosial. Kebebasan ini selayaknya bisa Anda jaga untuk tidak gampang meng-copy paste produk orang lain.
Dalam hal ini, banyak objek yang bisa Anda apresiasi dengan mengutip ulang, atau mencantumkan nama pemilik karya yang ada. Misalnya tulisan, digital art dan sebagainya.
4. Komunikasi Yang Ramah
Sebagaimana komunikasi konvensional sehari-hari, Anda selayknya bisa menggagas suatu komunikasi yang ramah dan sopan santun. Spesifikasi pada bahasan etika ber-media sosial pun bisa kita luaskan bersama. Misalnya tidak menggunakan bahasa yang keras, provokatif, mengandung unsur pornografi dan menghindari unsur SARA.
Komunikasi kordial semestinya bisa tetap Anda realisasikan dalam segala aspek kehidupan. Bahkan apabila model komunikasi yang digunakan berorientasi pada kritikan dan ulasan terhadap suatu hal, maka hal tersebut juga selayaknya bisa dikemas dengan baik tanpa mengandung unsur kekerasan. Jadi bijaklah dalam ber-media sosial, ya !
Nah ! Bagaimana dengan Etika Komunikasi Dalam Ber-Media Sosial di atas ? Semoga bisa kamu tanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Manfaatkan media sosial dengan bijak, utamanya dalam hal jenjang karir kamu. Optimasi kemampuan komunikasi & public speaking juga sangat diperlukan. Sebab banyak operasional komunikasi saat ini yang berorientasi secara online, seperti wawancara online, presentasi online dan sebagainya.
Tingkatkan kemampuan skills komunikasi & public speaking Anda melalui kelasbicara.com by TDX Indonesia. Hubungi kami segera pada narahubung yang telah kami sediakan. Salam Confidence!