Pahami, 7 Keuntungan Downward Communication! – Pola komunikasi terarah perlu diterapkan dalam perusahaan atau organisasi. Terkadang, jabatan struktural menjadikan seseorang canggung untuk melakukan interaksi dalam hal pekerjaan.

Pahami, 7 Keuntungan Downward Communication!

Downward Communication adalah salah satu pola interaksi yang bisa diterapkan. Jenis pola komunikasi ini masif dikenal dengan “komunikasi ke bawah”, yang mana sebuah interaksi yang dilakukan secara formal antara satu elemen struktural yang lebih tinggi kepada yang ada di bawahnya. Apa saja Keuntungan Downward Communication apabila diterapkan dalam sebuah organisasi? Simak lengkapnya berikut ini,

1. Penyampaian Ide

Penyampaian ide dalam sebuah organisasi perlu diserap dengan baik. Apabila pola komunikasi yang dilakukan berjenis downward, maka penyampaian ide dari bawahan ke atasan lebih terstruktur dan tertata, apalagi jika ada divisi yang khusus menangani penyampaian inovasi baru.

2. Dorongan Suportif

Downward Communication merupakan bentuk suportif untuk memotivasi karyawan. Hal ini tentu efektif untuk mendorong karyawan/ pegawai untuk lebih bersemangat, atau memberikan komitmen serta apresiasi kerja.

3. Menjaga Disiplin

Kecenderungan Downward Communication akan terbentuk lebih sistematis dalam hal kedisiplinan. Jadi, metode komunikasi ini memberikan kemungkinan untuk mengikuti sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

4. Cara Tepat Untuk Menjelaskan

Pola komunikasi yang kental dengan prinsip struktural yang ketat akan memberikan penekanan terhadap kejelasan sebuah informasi. Jadi, hanya ada divisi yang berkompeten dan dipercaya untuk menjelaskan suatu hal tanpa harus meragukan kredibilitasnya. Downward Communication menjadi salah satu alat yang efektif.

5. Bersifat Instruktif

Dalam Downward Communication sangat kental dengan nuansa yang struktural. Positifnya, pola semacam ini efektif untuk melakukan instruksi dari pimpinan kepada bawahannya secara rapi. Jadi pembagian tugas pun bisa berada dalam ranah yang semestinya dan penuh kontrol.

6. Bentuk Kontrol

Karena instruksi yang diperlukan diteruskan melalui komunikasi ke bawah, karyawan sangat sadar tentang tugas dan aktivitas mereka. Oleh karena itu komunikasi tersebut dapat bertindak sebagai alat kontrol.

7. Metode Evaluatif

Downward Communication membantu para pimpinan untuk mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Interaksi dari pola ini digunakan untuk menginformasikan karyawan tentang evaluasi kinerja mereka.

Hal ini bisa berupa laporan kemajuan departemen, penilaian kinerja individu, dan cara lain digunakan untuk memberi tahu departemen atau individu seberapa baik kinerja mereka sehubungan dengan standar dan tujuan kinerja.

Menjaga alur komunikasi yang interaktif dalam perusahaan akan menunjang solidnya sebuah tim. TDX Communication adalah platform pengembangan SDM terbaik di Indonesia. Dengan Pelatihan Komunikasi, perusahaan Anda bisa merasakan training & coaching dalam membangun teamwork solid. Segera konsultasi & registrasi melalui Admin TDX di bawah ini, Salam Confidence!