7 Cara Jitu Tahu Arti Bahasa Tubuh  – Berkomunikasi merupakan aktivitas yang biasa ditemui dalam kehidupan manusia. Bahkan, komunikasi tidak akan bisa terlepas dari manusia, sebagai makhluk yang memiliki naluri senantiasa untuk bersosial.

Kita dapat menyampaikan pesan dalam berbagai bentuk, baik verbal maupun non-verbal. Bentuk verbal direfleksikan sebagai dialog yang menyalurkan kata-kata, baik dalam rupa lisan maupun tulisan. Sedangkan gerakan nonverbal bisa berupa tepukan, raut muka, tinggi nada dan bentuk gerakan tubuh lainnya.

Kali ini, kita akan mengulas bersama 7 Cara Jitu Menafsirkan Bahasa Tubuh. Anda bisa mengaktualisasikan cara-cara yang ada dalam menginterpretasikan dialog dengan orang lain ketika mereka melakukan bahasa-bahasa tubuh tertentu.

7 Cara Jitu Mengetahui Arti Bahasa Tubuh

7 Cara Jitu Mengetahui Arti Bahasa Tubuh

Penguatan dalam bahasa tubuh juga turut merepresentasikan pesan yang disampaikan. Artinya, bahasa tubuh juga setara dengan bahasa verbal, jika memang pembacaan bahasa tubuh tersebut tepat. Simak selengkapnya melalui artikel di bawah ini,

1. Menganalisis Jarak Bicara

Jauh-dekatnya sebuah jarak bicara antara komunikator dan komunikan sebenarnya bisa ditelaah. Hal ini terkait dengan personal space di antara mereka dengan memperhatikan kedekatan relasi yang dibangun.

Dalam hal ini, terdapat beberapa tingkatan personal space yang bisa ditafsirkan ketika berkomunikasi,

  • Intimate Distance (15-42 cm) yang mana jarak di antara dua subjek sangat dekat dan merepresentasikan pertalian yang intim. Bentuknya seperti berpelukan, berbisik dan bersentuhan.
  • Personal Distance (42-121 cm) merupakan space yang umum ditemui ketika kedua belah pihak melakukan komunikasi. Ruang personal distance  biasanya ditemui dalam hubungan dalam keluarga maupun kolega karib.
  • Social Distance (121-35 cm) adalah ruang yang biasanya dapat ditengarai dalam relasi umum, khususnya dalam relasi pekerjaan, tim dan sebagainya.
  • Public Distance (365-762 cm) merupakan space yang ditemui dalam ruang publik, di mana pertalian hubungan dibangun atas urusann-urusan tertentu dan temporal.

2. Gerak Kepala

Gerak-gerik yang dilakukan dengan kepala juga dapat menafsirkan hal-hal tertentu. Sebut saja misalnya ketika lawan bicara Anda memiringkan kepalanya, sikap tersebut merupakan sebuah antusiasme mereka terhadap dialog yang sedang Anda lakukan. Yang mana artinya lawan bicara Anda mempunyai keseriusan untuk mendengar lebih dalam mengenai materi maupun topik yang dibincangkan.

Selain itu, gerak kepala yang lainnya adalah ketika sudah diposisikan di tangan. Tindakan tersebut merupakan representasi kebosanan dari suatu pertemuan. Sikap ini pun biasanya diikuti dengan raut muka yang cenderung letih.

KURSUS PUBLIC SPEAKING - Promosi Jabatan

Ikuti Training Public Speaking Terbaik. Hanya di KelasBicara.com

3. Sorot Mata

“Dari mata, turun ke hati” merupakan sebuah ujaran yang acapkali kita temui. Mata dinilai sebagai gerbang dalam memahami perasaan seseorang, tentu menyumbangkan penafsiran tertentu saat berkomunikasi. Proses decoding  terhadap pembacaan sorot mata perlu Anda ketahui.

Dari kontak mata nya, yakni apabila mata lawan bicara terpaku dalam satu arah (mata Anda), maka sang ia sedang memberikan atensi khusus dan fokus. Namun sebaliknya, jika ia sering mengalihkan pandang mata, maka lawan bicara Anda tidak dalam situasi yang intens dan bahkan berada dalam ketidaknyamanan.

Selanjutnya Anda bisa melihat dari ukuran pupil matanya. Apabila pupil mata lawan bicara Anda membesar, maka intensitasnya dalam menyorot pembicaraan cenderung tinggi.

Baca Juga : Belajar Public Speaking Online by KelasBicara.com

4. Gerakan Mulut

Selanjutnya, gerakan mulut juga bisa menjadi indikator Anda dalam menilai apa pesan yang ingin disampaikan oleh si lawan bicara. Antusiasme lawan bicara Anda dapat dilihat apabila mulut mereka tampak naik, dan ketidaksukaan cenderung ter gambarkan saat posisi mulutnya tampak turun.

Selain itu, ketika teman Anda menggigit-gigit bibir, maka dia sebenarnya sedang mengalami kecemasan maupun kekhawatiran. Kemudian apabila mulutnya sudah mengerucut, maka sikap tersebut merupakan indikasi bahwa ada ketidakpaduan ide, hingga rasa yang tidak suka.

Baca Juga : Kursus Public Speaking Jakarta Terbaik

5. Aktivitas Tangan

Sementara itu, aktivitas tangan juga bisa menjadi indikator lain dalam merepresentasikan pesan. Bila Anda melihat teman yang menyingkapkan tangan di dada, maka hal tersebut berarti bahwa dia sedang defensif, atau menantikan sebuah momen tertentu. Dan ketika Anda menjumpai lawan bicara Anda gestur tangan nya di pinggang, maka hal tersebut menggambarkan superioritas, agresivitas dan emosional tinggi. Selain itu, gerak-gerik kecil seperti ketukan jari merupakan gambaran dari ketidaksabaran dan frustrasi komunikasi.

6. Reaksi Kaki

Dilain gerakan tangan, Anda juga bisa menengarai suatu intensi tertentu melalui gerak-gerik kaki. Jika kaki lawan bicara Anda terlihat menyilang, hal tersebut mengantarkan pesan yang lebih privat. Kemudian bila Anda melihat posisi kaki lawan bicara Anda yang terletak di lantai, maka sebenarnya ia sedang bersikap netral dan menghormati Anda.

7. Gestur Badan

Gestur badan lainnya sebenarnya bisa diindikasikan terhadap suatu pesan. Anda bisa memahami berbagai situasi komunikasi untuk memudahkan menangkap stimulan yang disampaikan oleh komunikan ketika berbincang dengan Anda.

Pelajari dan kuasai selengkapnya dengan melatih communication & public speaking skills Anda dengan berbagai wawasan. Tingkatkan kualitas Anda bersama kelasbicara.com by TDX Indonesia. Anda akan bisa mencerap potensi komunikasi secara powerful  dengan mendayagunakan bahasa tubuh secara tepat. Segera hubungi kami pada kontak di bawah ini !

Salam Confidence!

tentang kelas bicara com fit