Kenali! 7 Komponen Dalam Komunikasi – Keberhasilan sebuah komunikasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Kompleksitas dalam komunikasi selayaknya bisa ditelusuri dengan lebih dalam serta dipenuhi untuk menyokong sebuah kelancaran. Atau dalam kata lain, probabilitas kesuksesan sebuah komunikasi, berarti bahwa beberapa komponennya telah terpenuhi dengan baik.
Nah! Sebenarnya banyak diskusi yang malang-melintang pada skop kajian komunikasi, khususnya bahasan mengenai komponen-komponennya. Namun kali ini, kita akan mengulas secara singkat dan mengemukakan aspek-aspek substantif dalam komponen komunikasi. Cermati selengkapnya dalam artikel di bawah ini,
Kenali! 7 Komponen Dalam Komunikasi
Berikut adalah 7 Komponen Dalam Komunikasi yang harus Anda ketahui. Deskripsi dan pemaparan singkatnya bisa Anda cermati pada sub bahasan berikut,
1. Sumber
Sumber yang dimaksud di sini adalah si pengirim pesan atau yang biasa disebut dengan komunikator. Komunikator adalah posisi seseorang yang memiliki kebutuhan dalam berkomunikasi secara primer. Ia dianggap sebagai inisiator dalam sebuah komunikasi dengan mengawali sebuah pembicaraan.
Komunikator bisa bertindak sebagai individu, kelompok, maupun mengatasnamakan sebuah unit organisasi tertentu. Saat berkomunikasi, seorang komunikator selayaknya telah melakukan encoding. Upaya dalam merumuskan postulat pembicaraan yang akan disampaikan kepada orang lain.
2. Pesan
Komponen selanjutnya adalah pesan. Pesan adalah sekumpulan instrumen yang berbentuk atas verbal dan nonverbal dengan muatan sebuah ide, gagasan, perasaan dari seorang komunikator. Pesan dalam komunikasi merupakan komponen yang bisa diartikan sebagai simbol yang memuat berbagai makna kepada orang lain (komunikan).
Pesan secara verbal mempunyai wujud segala bentuk komunikasi yang memuat kata-kata. Misalnya seperti dialog, pidato, novel, catatan dan sebagainya. Sedangkan pesan nonverbal berbentuk abstrak yang tidak terwakilkan melalui kata-kata. Seperti tatapan, bahasa tubuh, intonasi, hingga bentuk seperti warna, hingga bentuk suatu komoditas tertentu (model baju, cara berpakaian dan sebagainya)
3. Transmitter & Signal
Transmitter merupakan sebuah pemancar yang dapat mengonversikan pesan menjadi sebuah sinyal. Dalam komunikasi, transmitter ini berwujud melalui organ-organ yang dimiliki manusia ketika menangkap sebuah muatan pesan. Misalnya seperti stimulan dari otak yang kemudian direspons balik melalui lisan.
Transmitter digunakan dalam setiap model komunikasi Anda. Apalagi dengan berkembangnya bentuk komunikasi modern, efektivitas peran transmitter pun makin tampak. Peralihan dalam akseptasi pesan dari sinyal analog/ digital membutuhkan peran dari transmitter dalam komunikasi yang dilakukan via gadget.
4. Saluran
Definisi Saluran pada ranah komunikasi bisa diartikan sebagai alat, platform, media dalam menyampaikan sebuah materi komunikasi. Saluran merupakan komponen yang mengalirkan pesan dari komunikator kepada komunikan melalui berbagai wahana. Misalnya seperti tepukan di bahu (representasi atas suatu hal), suara yang keras (untuk menampilkan perasaan emosional yang tinggi) dan sebagainya.
Dalam penyajiannya, saluran dalam komunikasi juga bisa bervariatif. Saluran ini bisa berbentuk dalam media cetak, bahkan hingga media elektronik/ digital, tergantung bagaimana situasi dan kondisi yang terjadi.
5. Noise/ Gangguan
Gangguan merupakan komponen ekstra dari Laswell ketika mengurai apa saja komponen yang komplit dari komunikasi itu sendiri. Ia memaparkan bahwa segala bentuk komunikasi tidak akan terlepas dari sebuah gangguan. Baik aktivitas komunikasi yang konvensional maupun yang telah bertranfigurasi dalam komunikasi modern.
Baca Juga : Kursus Public Speaking Online by KelasBicara.com
Contohnya adalah gangguan fisik/ psikis yang sering kali mewabah pada setiap orang saat berkomunikasi dengan orang lain. Sebut saja seperti perasaan gugup, keringat dingin, bad mood dan sebagainya. Tak terkecuali melalui komunikasi modern yang beroperasi pada media elektronik, gangguan jaringan dapat menghambat komunikasi efektif.
6. Penerima
Penerima merupakan komponen yang juga menempati posisi vital. Bagaimana sebuah pesan dapat tersampaikan bila tidak ada subjek sasaran dari pesan itu sendiri. Penerima komunikasi adalah kebalikan dari instrumen pertama, yang kerap disebut dengan komunikan. Komunikan juga bertugas untuk menangkap sekaligus menginterpretasikan pesan yang didapat dari komunikator.
7. Efek
Efek merupakan instrumen final yang umumnya berada di akhir komunikasi. Efek muncul pasca interaksi dibangun dengan pungkas oleh komunikator dan komunikan. Yakni saat komunikan menerima pesan dari komunikator dan memahami apa yang disampaikan darinya. Dalam artian, dengan pesan tersebut, si komunikan menjadi tahu atas ketidaktahuannya sebelumnya, atau melaksanakan suatu hal setelah mencerap pesan instruktif dari si komunikator.
Nah! Itu dia komponen-komponen dalam komunikasi. Produktivitas komunikasi tentu sangat ditentukan oleh kemampuan Anda dalam meng-handle semua komponen dengan optimal. Dan pungkasnya, bisa memberi efek yang impactful kepada komunikan.
Untuk itu, tingkatkan kualitas communication & public speaking skills Anda bersama kelasbicara.com by TDX Indonesia. Anda akan distimulasi dengan berbagai wawasan serta kiat jitu oleh trainer handal berpengalaman. Hubungi kami segera !
Salam Confidence!
