Definisi Culture Branding, Apa Manfaatnya? – Kamu yang berkecimpung dalam dunia brand strategy, apakah sudah mengetahui mengenai Definisi Culture Branding? Terminologi tersebut bukan lagi hal yang asing dalam dunia marketing dan branding, sebab ini menjadi konsep yang sering dipakai secara optimal dalam brand.
Definisi Culture Branding, Apa Manfaatnya?
Istilah Culture Branding populer oleh Douglas Holt dalam karyanya, How Brand Become Icons, pada tahun 2004. Namun banyak yang masih belum tahu bagaimana konsep ini bisa berjalan dan diaplikasikan. Ketahui selengkapnya berikut ini,
a. Definisi Culture Branding
Culture Brandingi dimaknai sebagai DNA dalam sebuah brand dalam tindakan komersialnya dalam menghasilkan pengalaman dan ekspresi terbaik bagi para pelanggan. Culture Branding mengangkat value sebagai objek yang dioptimalkan kepada pelanggan, mulai dari teknik introduksi hingga transaksi.
Tujuan dari implementasi konsep culture branding dalam sebuah brand adalah agar seorang konsumen bisa mendapatkan pengalaman maksimal, baik dalam hal-hal teknis maupun konsepsi fundamental. Yang mana tidak berkutat pada aspek-aspek fungsional semata, namun juga berkutat pada aspek lifestyle, ketertarikan dan paradigma.
b. Brand Ideology
Dalam culture brand juga mengenal konsep brand ideology, di mana sebuah brand harus mengenalkan aspek ide dan gagasan kepada konsumen.
Kita bisa melihat dari brand gawai seluler yang populer dikenal masyarakat, Apple. Saat meluncurkan produk iPod, mereka mengeluarkan sebuah ide, “1000 lagu dalam sakumu“. Ide ini berbekas di benak setiap konsumen dan menciptakan sebuah nilai, di mana pengguna iPod bisa mendengarkan lagu dengan simpel melalui saku mereka.
Pesan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memperindah promosi, namun juga memberikan nilai penting bagi konsumen agar selalu ceria, dinamis dan berwarna dengan musik yang ada di dekat mereka.
c. Manfaat Culture Branding
Culture Branding bisa memberikan efek yang cukup signifikan bagi setiap konsumen. Pertama, brand akan lebih dikenal dengan mantap oleh setiap konsumen, sebab mereka tidak hanya mengonsumsi produk/ jasa, tetapi juga sebuah ide dan gagasan.
Kedua, culture branding yang tertanam kuat kepada konsumen akan membentuk sebuah karakter dan identitas. Hal ini bisa kita lihat melalui brand-brand yang berani menyuarakan isu sosial tertentu untuk menjangkau target pasar paling kecil mereka. Hal ini akan memantik kepedulian dan pengakuan dari kelompok tersebut.
Nah, itulah beberapa wawasan seputar culture branding yang dapat dimaksimalkan dalam lingkup komunikasi bisnis.
Training Bersama Motivator Indonesia!
Anda bisa mendalami komunikasi bisnis bersama trainer dan pakar berpengalaman. Perusahaan Anda bisa menggelar training & mentoring untuk karyawan agar bisa lebih inovatif dan kreatif dalam mengemban tugas komunikasi bisnis kepada pelanggan.
Ingin konsultasi pelaksanaan training bersama Motivator Indonesia? Segera hubungi admin di bawah ini, Salam Confidence!