5 Hal yang Diabaikan Dalam Promosi TikTok! – TikTok menjadi salah satu platform yang paling efektif digunakan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya pengguna media sosial dan kaum millennial. Dari fakta tersebut, banyak pihak (pebisnis serta institusi) melakukan sosialisasi dengan menggunakan TikTok.
Anda juga bisa memanfaatkan TikTok sebagai wadah untuk melakukan branding produk atau perusahaan dengan jangkauan pangsa pasar yang lebih masif. Namun ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat menggunakan platform TikTok. Apa saja kesalahan yang sering dilakukan banyak pengguna tersebut?
5 Hal yang Diabaikan Dalam Promosi TikTok!
Umumnya terkait dengan interaksi dan komunikasi yang dilakukan oleh pihak pengguna platform, mereka kurang bisa memaksimalkan interaksi yang powerful dan berdampak kepada viewer.
Anda bisa mendalami bagaimana interaksi-komunikasi yang impactful dengan mengikuti training & coaching bersama Motivator Indonesia by KelasBicara.com. Dalam kelas training ini, Anda akan diajarkan bagaimana menyampaikan esensi komunikasi yang efektif dan efisien, utamanya dalam komunikasi bisnis.
1. Jarang Melakukan Analisis
Analisis performa upaya yang telah dilakukan penting dilakukan oleh seorang marketer dengan platform TikTok. Analisis juga berarti evaluasi atas pencapaian dan perkembangan yang telah dilakukan setelah melakukan ekspansi dalam TikTok. Jadi, jangan malas-malas untuk memeriksa perkembangan dalam TikTok Anda, ya!
2. Anti-Feedback
Apakah kamu pernah mendengar tentang User Generated Content (UGC). UGC adalah bentuk apresiasi terhadap follower yang melakukan timbal balik kepada perusahaan.
Jika ditarik dalam konteks marketing di media sosial, Anda bisa menggunakan UGC sebagai bagian kecil dalam memberikan feedback kepada follower/ viewer. Jika Anda sering mengabaikan follower yang men-tagging di TikTok, maka Anda sebenarnya telah Anti-UGC atau Anti-Feedback. Jadi upayakan untuk memberikan timbal balik kepada follower.
3. Tidak Melakukan Cross Promote
Jika perusahaan Anda ingin mencapai target promosi yang lebih luas dan banyak, maka Anda harus mencoba cross promote. Cross Promote merupakan metode untuk melakukan ekspansi pemasaran dengan menggunakan platform lain selain TikTok. Banyak orang yang melupakan hal ini, yakni hanya berfokus pada satu platform saja.
4. Jarang Unggah Video
Nah, salah satu blunder yang juga sering dilakukan oleh marketer TikTok adalah jarang mengunggah video. Kalau bisa, jadwalkan pengunggahan video secara konsisten meskipun jumlah unggahan tidak terlalu banyak. Misalnya dalam satu hari mengunggah dua video, asalkan dilakukan secara konsisten.
5. Unggahan Video yang Monoton
Adakalanya seorang content creator atau marketer TikTok mengunggah video yang terlalu monoton, baik skedul pengunggahan maupun konten video yang diberikan. Anda harus memikirkan bagaimana konsep pengunggahan yang optimal, yakni yang interaktif kepada publik.
Bagaimana memberikan video yang interaktif kepada viewer? Anda bisa mempelajari bagaimana berkomunikasi yang berdampak bersama KelasBicara.com. Ikuti kelas training & coaching bersama master coach terbaik.
Rifqi Hadziq, Motivator Indonesia JOS!
KelasBicara akan dibersamai oleh master trainer sekaligus praktisi public speaker terkenal Rifqi Hadziq. Ia berpengalaman mengisi banyak seminar dan pelatihan di berbagai perusahaan top nasional.
Ingin join dalam kelas bersama Motivator Indonesia? Atau ingin undang kami untuk memberikan insight pada acara gathering perusahaan Anda? Segera hubungi admin di bawah ini, Salam Confidence!