Kenali! Faktor Pemicu Humor Yang Lucu! – Kita sepakat bahwa humor menjadi salah satu hal yang dapat mencairkan suasana. Terlebih ketika sedang berhadapan dengan orang lain dalam sebuah acara tertentu, semisal ketika presentasi. Mengeluarkan humor ketika situasi sedang penat atau runyam sangat diperlukan.

Momentum dalam mengeluarkan humor perlu dipelajari dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai ketika kondisi sedang tidak baik-baik saja, Anda malah diam dan tidak merespons situasi tersebut. Lantunkan sebuah humor yang lucu untuk menarik atensi para audiens yang mulai kabur dari Anda.

Kenali! Faktor Pemicu Humor Yang Lucu!

Jika dikaitkan dengan humor secara khusus, maka saat presentasi (standing alone) Anda dapat meniru teknik seorang comic (standup comedian) yang memiliki karakteristik untuk merumuskan sebuah bahan, kemudian diberikan punchline. Namun dalam artikel ini, ada Faktor Pemicu Humor yang lebih simpel dan umum untuk bisa dilakukan. Yuk, simak lengkapnya berikut ini,

1. Relieve

Relieve (kelegaan) adalah metode berhumor ringan saat melakukan public speaking dengan teknik menceritakan suatu hal yang menegangkan, namun pada akhirnya bisa membuat lega para audiens.

Jadi, teknik ini memang tidak memberikan kelucuan yang absolut. Teknik relieve memberikan rangsangan bagi para audiens untuk bisa mengikuti sebuah kisah yang menegangkan bagi mereka. Namun pada akhirnya, sang speaker memberikan punchline dengan solusi yang dapat melegakan (membuat tawa).

2. Surprise

Membuat sebuah surprise yang lucu ketika melakukan public speaking tentu bisa. Teknik ini juga masif dikenal dengan rule of three, yang mana si speaker memberikan 3 pernyataan yang terdiri atas 2 pernyataan normal dan 1 pernyataan yang menyimpang. Hal ini difungsikan agar audiens merasa terkejut dan kaget mendengarkan pernyataan ke-3. Contohnya adalah,

“Saya sampai saat ini nge-fans banget dengan 3 pemain sepakbola top, pertama tentunya Cristiano Ronaldo, kedua adalah Lionel Messi dan terakhir adalah siapa lagi kalau bukan Komeng”

3. Ridicule

Kekonyolan juga bisa menjadi salah satu bahan untuk menyampaikan sebuah humor ketika public speaking. Tentunya, sampaikan kekonyolan yang berasal dari diri Anda sendiri, jangan kekonyolan orang lain.

Misalnya kisah-kisah di saat hari pertama menjadi seorang salesman yang dikejar anjing; diusir ayah si doi ketika pertama kali ajak kencan; lupa bawa dompet ketika di restoran dan lain sebagainya.

Nah! Itulah 3 Faktor Pemicu Humor yang dapat Anda lakukan. Yuk, terus baca berbagai informasi menarik dari kelasbicara.com. Serta jangan lupa ikuti Kursus Public Speaking Online bersama Motivator Indonesia. Dapatkan promo menarik dan konsultasi gratis melalui narahubung di bawah ini, Salam Confidence!