Mengenal Komunikasi Organisasi (2): Pendekatan & Pola – Komunikasi Organisasi merupakan sebuah aktivitas interaksi, penyampaian dan penerima suatu pesan, antar sesama individu ataupun anggota di suatu organisasi. Peranan komunikasi organisasi sangat signifikan dalam sebuah unit tertentu, sebab kelancaran suatu upaya efikasi tergantung bagaimana komunikasi organisasi dalam unit tersebut dibangun.
Setelah mengetahui Definisi, Fungsi dan Jenis Komunikasi Organisasi di artikel kami sebelumnya, kali ini kita akan mengulas apa saja pendekatan dan pola yang digunakan dalam sebuah komunikasi organisasi. Simak selengkapnya berikut ini,

Mengenal Komunikasi Organisasi (2): Pendekatan & Pola
Arus interaksional yang digagas dalam sebuah organisasi turut menentukan bagaimana produktivitas aktivitas yang dilakukannya. Efektivitas komunikasi akan mengarahkan pelaku organisasi untuk sama-sama mencapai suatu tujuan yang hendak diraih dengan berbagai instrumen informasi, instruksi, regulasi yang ada. Signifikansinya, komunikasi organisasi sangat penting dilakukan dalam sebuah organisasi.
1. Pendekatannya
Berikut ini, kita akan Mengenal Komunikasi Organisasi : Pendekatan & Pola yang kerap digunakannya,
Classical Approach
Model pendekatan ini muncul seiring berkembangnya revolusi industri. Pendekatan ini mendasarkan pola pikirnya terhadap efektivitas sebuah mesin dalam mengolah suatu komoditas tertentu. Sederhananya, organisasi akan diperlakukan layaknya sebuah mesin. Nah! Classical Approach mempunyai 3 basis pokok, yakni specialization, standarization dan predictable.
Specialization adalah konsep yang dibangun bahwa dalam sebuah organisasi mempunyai karakter dan fungsinya masing-masing. Maka dari itu, dibutuhkan spesialisasi job dalam mengupayakan pembagian fungsi pada tiap-tiap anggota.
Standarization adalah konsep kesepadanan yang dapat diartikan sebagai aspek penggantian. Jadi, jika anggota tidak dapat melaksanakan fungsinya, maka anggota tersebut dapat diganti untuk menciptakan sebuah produktivitas yang terstandarisasi.
Sedangkan predictable adalah pola yang digunakan dalam mengatasi sebuah problem yang menjangkiti sebuah organisasi. Apabila memang terjadi masalah, maka ada prosedur tersendiri yang harus dilakukan untuk mengatasinya.
Human Relation Approach
Pendekatan human relation ini cenderung mempunyai bentuk transformasi lanjut dari pendekatan klasik yang sebelumnya. Pendekatan ini membuktikan bahwa produktivitas sebuah organisasi dalam mencapai suatu hasil yang optimal disebabkan oleh dua hal. Optimalitas tersebut bisa diraih dengan menjamin perhatian serta pemenuhan kebutuhan para anggota di dalam organisasi tersebut.
Sebagaimana observasi yang dilakukan oleh Elton Mayo (1880-1949) di sebuah pabrik Western Electric Company. Ia mengemukakan bahwa produktivitas para pekerja (anggota organisasi) bisa optimal dengan syarat dengan memperhatikan kebutuhan mereka. Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa model komunikasi yang terbuka, gaya manajemen suatu organisasi juga turut menentukan produktivitas dari sebuah unit organisasi.
Human Resource Approach
Pendekatan ini mengemukakan bahwa perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan para anggota bukanlah faktor mutlak dalam meraih goals produktivitas di suatu unit organisasi. Akan tetapi, sebuah organisasi dan pemangku di level atas perlu memperhatikan bagaimana kinerja dan kualitas yang dimiliki para anggotanya.
Hal ini jika disederhanakan, sangat terkait dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Jadi, sebuah organisasi selain dapat memenuhi perhatian dan kebutuhan para anggota, juga selayaknya dapat menjamin kualitas potensi diri dari anggotanya tersebut.
2. Pola Di Dalamnya
Pola komunikasi organisasi membutuhkan sebuah instrumen yang saling terintegrasi. Integrasi pola ini selanjutnya bisa memenuhi kebutuhan kelompok, hingga berfungsi sebagai pemenuhan terhadap aspek informasi dalam sebuah organisasi.
Pola komunikasi organisasi yang dimaksud dalam hal ini terdiri dari beberapa aspek. Yaitu struktur, informasi, expertise, status, pertemanan & sosial, keahlian dan wewenang.
(1) Struktur adalah instrumen pola yang selayaknya ada dalam sebuah organisasi. Yakni terkait dengan posisi yang saling berhubungan dari level teratas hingga terbawah. (2) Informasi berguna sebagai penunjang sebuah pandangan untuk menentukan arah organisasi dan pengambilan keputusan.
(3) Expertise berarti komponen yang terdiri dari para ahli. Para ahli inilah yang berhak untuk memutuskan arah organisasi dengan berbagai pertimbangan data dan informasi. (4) Status adalah suatu klasifikasi peran seorang anggota dalam sebuah organisasi.
(5) Pertemanan & Sosial mempunyai pengertian bahwa pola komunikasi di organisasi memerlukan sebuah keterikatan antar sesama anggota. (6) Keahlian digagas untuk penentuan job dan beban kerja dari masing-masing anggota dalam mengemban tugas di organisasi. (7) dan Wewenang adalah sebuah pola hubungan yang dapat menjembatani berbagai potensi organisasi.
Nah! Bagaimana dengan pemaparan di atas ? Semoga bisa memberikan arah & pandangan Anda terhadap komunikasi organisasi ya !
Dari ulasan di atas, kita menyadari bahwa peningkatan kualitas yang potensial dari anggota organisasi dapat diperoleh dengan upaya intensifikasi. Ikhtiar ini bisa Anda dapatkan di kelasbicara.com by TDX Indonesia dengan usungan program In House Training terbaik. Segera hubungi kami pada narahubung yang telah tersedia, Salam Confidence!
