Ditanya Saat Presentasi ? Ini Trik Menjawab Presentasi ! – Pasca presentasi maupun sebuah seminar, biasanya ada sesi QnA berupa pengajuan pertanyaan dari para audiens kepada presenter atau komunikator. Segmen ini biasanya akan menjadi penentu pungkas dari sebuah kegiatan presentasi. Dengan memberikan jawaban yang tepat, tentu persoalan yang dimiliki para audiens bisa teratasi.
Ketika menjawab suatu pertanyaan, kita semestinya telah membekali diri dengan berbagai wawasan dan pengetahuan terkait topik yang diangkat. Akan tetapi, bagaimana jika situasi yang dihadapi bertolak belakang ? Artinya, kita tidak bisa menjawab pertanyaan dari audiens. Apakah kita akan ter-skakmat pada momentum tersebut? Atau malah bingung-kepayang dengan pertanyaan audiens ?
Nah! Untuk menghadapi situasi tersebut, kini kita akan mengulas Trik Menjawab Pertanyaan yang tidak bisa Kamu jawab saat presentasi atau seminar dilangsungkan. Simak yuk! Selengkapnya di bawah ini,
Ditanya Saat Presentasi ? Ini Tips Menjawab QnA!
Beberapa trik di bawah akan membantu Kamu menghadapi momentum kahar sebagaimana dipaparkan di atas. Ini dia ! Solusi yang bisa kamu aktualisasikan, beserta contoh kalimat yang bisa menyelamatkan kredibilitas Kamu,
1. Delay: Tunda Jawabannya !
Saat pertanyaan dilayangkan kepada Kamu saat sesi presentasi dirasa sulit namun sebenarnya bisa dijawab, maka tundalah jawaban untuk memaksimalkan jawaban yang akan Anda sampaikan. Men-delay pertanyaan bisa Kamu lakukan apabila pertanyaan yang diajukan oleh audiens masih ragu-ragu untuk kamu jawab.
Tahu tidak ? Waktu yang terkumpul saat Kamu men-delay sebuah pertanyaan, bisa membantu untuk memikirkan jawaban. Jadi sebenarnya, menunda untuk menjawab malahan tidak meruntuhkan persona diri Kamu. Kamu bisa memanfaatkan sela waktu untuk mempersiapkan jawaban yang paling optimal.
Begini susunan kalimat yang bisa Kamu jawab sementara saat men-delay pertanyaan para audiens,
“Terima kasih atas pertanyaannya. Saya tertarik dengan pertanyaan tersebut, namun saya akan meletakkan atensi khusus pertanyaan ini pada sesi akhir acara”
2. Deflect: Minta Opini Balik!
Trik lainnya yang dapat Kamu lakukan adalah men-deflect pertanyaan. Apa itu ?
Deflect berarti membelokkan, yang artinya kamu bisa merespons balik pertanyaan tersebut dengan mengajukan tawaran jawaban kepada sang penanya itu sendiri. Pada dasarnya, trik deflect ini juga berfungsi sebagai delay jawaban, yang mana Kamu bisa mengumpulkan jawaban di jeda waktu ketika sang penanya merespons pertanyaannya sendiri.
Kalimat yang bisa Kamu katakan adalah,
“Terima kasih atas pertanyaan menakjubkan tersebut. Namun sebelum itu, apakah saya bisa mendengar apa opini Anda mengenai topik tersebut ?”
Nah! Ketika sang penanya mengemukakan opininya, Anda bisa fokus untuk menghimpun skema jawaban yang berdasar atas opini penanya, atau menambahkan apa yang tidak di jawab oleh sang penanya.
3. Dissmiss : Jawab Ketidaktahuan Anda!
Terakhir, apabila Kamu memang sudah tidak terpikirkan apa jawaban yang bisa disampaikan untuk menindak pertanyaan dari audiens, maka Kamu bisa jujur bahwa tidak mampu menjawabnya.
Namun, untuk menjaga kredibilitas personal Kamu, selayaknya Kamu bisa memilih penggunaan kata yang tepat. Sisipkan kalimat-kalimat yang retoris untuk merespons pertanyaan mereka yang tidak bisa Kamu jawab.
Jangan sampai kamu menjawab, “Maaf, saya bingung dan tidak tahu”
Akan tetapi, begini contohnya pemilihan kata yang tepat,
“Terima kasih atas pertanyaan tersebut. Akan tetapi saya akan mempertimbangkan pertanyaan tersebut pada kesempatan yang lain. Saya akan melengkapi dengan berbagai wacana dan data relevan”
Nah! Bagaimana dengan Trik Menjawab Pertanyaan yang sulit untuk dijawab di atas ? Semoga membantu Kamu ya !
Sepatutnya, Kamu bisa menguasai berbagai teknik dalam berkomunikasi & public speaking, khususnya saat presentasi. Bagaimana membaca sebuah situasi, merangkai kata-kata, ataupun menjawab dengan retorika.
Anda bisa berkonsultasi dengan kelasbicara.com by TDX Indonesia. Segera hubungi kami untuk mendapatkan tawaran program terbaik.
Salam Confidence!